|
Ibarat rumah, pernikahan adalah pintunya. Hidup bersama suami dalam sebuah keluarga baru adalah inti sesungguhnya di balik pintu. Banyak bekal yang harus dipersiapkan seorang gadis untuk mengarungi bahtera rumah tangga ini. Jika untuk pesta pernikahan saja perlu persiapan matang, tentu memasuki dunia baru pasca pernikahan dibutuhkan persiapan yang jauh lebih matang.
Banyak gadis yang bingung tentang apa saja yang mesti dia lakukan pada hari pertama perkawinannya dan hari-hari berikutnya. Apa yang harus dia kerjakan sebagai ibu rumah tangga. Bagaimana sikapnya terhadap keluarga suaminya. bagaimana jika berat badannya menjadi gemuk setelah menikah. Bagaimana nanti jika lahir anak mereka. Bagaimana jika dia rindu pada orangtua dan saudara-saudaranya. Belum lagi, dia merasa tidak pandai memasak dan berdandan. Bahkan, tidak sedikit gadis yang tak tahu apa itu malam pertama.
Adalah bagian dari kewajiban orangtua untuk memberikan pesan nasehat bagi anak gadisnya sebelum hari pernikahan berlangsung. Namun, banyak orangtua yang enggan melakukannya dikarenakan satu dan lain hal. Begitu pula dengan si gadis, biasanya dia malu menerima nasehat tentang pernikahan. Oleh karena itu, dibutuhkan mediator untuk mengkomunikasikan hal ini. Dan, kehadiran buku ini insya Allah akan menjembatani antara kehendak orang tua dan gadis.
|